Incorporating Multiple Linear Regression in Analysing Factors Influencing Consumers Purchase Intention for Online Shopping in Malaysia

 

Regresi Linier Berganda dalam Menganalisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Niat Beli Konsumen untuk Belanja Online di Malaysia


Penulis                             AhmadAmirul Aufa Ahmad Shakir, Noraziah Adzhar

Dibuat                              : 25 September 2023

Revisi                               11 Januari 2024

Diterima di Scopus         :15 Mei 2024

Tersedia online Scopus   : 20 Juni 2024

 

ABSTRAK

Sejak Pandemi COVID-19, belanja online semakin meluas di Malaysia. Alasan meluasnya berbelanja online disebabkan oleh banyak faktor yang ikut mempengaruhi niat membeli para konsumen di Malaysia. Faktor tersebut akan dijelaskan dalam penelitian yang dilakukan penulis, dan dipaparkan di artikel ini. Untuk penelitian tersebut menggunakan teknik volunter sampling dalam pendekatan survei, dengan sebanyak 158 data responden di Malaysia yang dipilih dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Empat faktor yang dipilih sehubungan dengan niat membeli adalah harga, persepsi kegunaan, persepsi kemudahan penggunaan, dan media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga, persepsi kegunaan, persepsi kemudahan penggunaan, dan media sosial berpengaruh positif signifikan terhadap niat beli konsumen masyarakat Malaysia.

PENDAHULUAN

Karena Pandemi COVID-19 semakin mempercepat peralihan ke belanja online, sehingga memberikan kenyamanan bagi konsumen. Hal ini juga menyebabkan munculnya pengusaha online yang sukses dan mendorong banyak individu, terutama kaum muda, untuk mengejar karir bisnis serta rata-rata mengubah perilaku konsumen dan meningkatkan permintaan terhadap produk dan layanan tertentu. Namun, banyaknya pilihan serupa dapat menyulitkan konsumen dalam mengambil keputusan.

Oleh karena itu, memahami niat membeli konsumen sangat penting untuk pertumbuhan bisnis dan arus kas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi niat membeli konsumen dalam belanja online di Malaysia untuk menjembatani kesenjangan dalam pemahaman dan memfasilitasi keputusan pembelian yang terinformasi.

PEMBAHASAN

§  Niat membeli konsumen mengacu pada pilihannya untuk membeli suatu produk atau merek dan dipengaruhi oleh kepribadian individu konsumen.

§  Menurut Lee et al. niat pembelian ditentukan oleh beberapa factor seperti pengaruh merek, presentasi pemasaran, dan preferensi pribadi yang dapat mempengaruhi niat pembelian

§  Beberapa penelitian telah meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi niat membeli dalam belanja online, antara lain:

1. Menurut Sin et al., menemukan bahwa persepsi kegunaan, persepsi kemudahan penggunaan, dan norma subjektif berpengaruh positif terhadap niat membeli,

2.  Menurut Lee et al., faktor-faktor seperti keterlibatan produk, harga, informasi, dan promosi dari mulut ke mulut diidentifikasi sebagai mempengaruhi niat pembelian, sedangkan kualitas produk tidak memiliki pengaruh yang nyata.

3.  Menurut Nasution et al., menekankan factor peran harga, kegunaan, dan kemudahan penggunaan dalam mempengaruhi potensi pembelian online pelanggan

4.  Menurut Ananda et al., mengungkapkan bahwa kepercayaan, persepsi kegunaan, dan persepsi kemudahan penggunaan secara langsung mempengaruhi niat pembelian

5.    Menurut Aji et al., menunjukkan bahwa ekuitas merek berpengaruh positif terhadap niat pembelian dan promosi elektronik dari mulut ke mulut. Namun, mungkin ada keterputusan antara niat membeli dan perilaku sebenarnya 

 

§  Metode sampel probabilitas yang dilakukan penulis yaitu mendapat sampel dengan jumlah 297 responden dengan menggunakan kuesioner dan melakukan analisis regresi linier berganda. Sebuah survei yang menghasilkan tingkat respons 63%, menggunakan analisis faktor eksplorasi (EFA) dan pengukuran kesesuaian AMOS untuk analisis.

§  Hasil sampel itu menunjukkan hubungan positif antara faktor-faktor seperti harga, persepsi kegunaan, persepsi kemudahan penggunaan, dan niat membeli.

§  Tokoh ekonomi Aji et al., menjelaskan bahwa media sosial sebagai faktor tambahan yang dapat mempengaruhi niat pembelian sesuai penelitian beliau melalui Analisis (MLR)

§  METODOLOGI

Penelitian menggunakan regresi linier berganda (MLR) untuk menguji hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi niat beli konsumen. Persyaratan datanya mencakup demografi. informasi, variabel respon, dan variabel independen yang berhubungan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi niat membeli. Data demografi meliputi jenis kelamin, usia, negara bagian, tingkat pendidikan tertinggi, dan pendapatan bulanan. Kuesioner terdiri dari 7 pertanyaan untuk setiap faktor yang diteliti, memberikan wawasan penting mengenai niat membeli konsumen dan perilaku belanja online.

Hasil pertama responden yang diminta untuk mengurutkan pernyataan menggunakan empat- titik skala Likert, mulai dari 1 (sangat tidak setuju) hingga 4 (sangat setuju). Yang disebar melalui WhatsApp dan Instagram mulai 13 April 2023 hingga 5 Mei 2023, dengan menggunakan pengambilan sampel sukarela. Sebanyak 158 responden berpartisipasi, dan data dikumpulkan menghasilkan:

 

Data pada Gambar (a) menunjukkan bahwa usia responden sebagian besar berada pada rentang usia 20-29 tahun yaitu sebanyak 105 responden (64,8%). Rentang usia terbanyak kedua adalah dibawah 20 tahun sebanyak 20 responden (12,3%). Rentang usia 40-50 tahun sebanyak 18 responden (11,1%), sedangkan rentang usia 30-39 tahun sebanyak 11 responden (6,8%). Jumlah responden terendah terdapat pada rentang usia diatas 50 tahun yaitu hanya 8 responden (4,9%).

Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa mayoritas responden yang menjawab survei berasal dari kelompok usia remaja. Selain itu, distribusi gender responden menunjukkan kesenjangan yang sangat kecil antara laki-laki dan perempuan, yaitu hanya selisih 5%. Hal ini menunjukkan bahwa jenis kelamin responden hampir setara antara kedua pihak. Penelitian ini akan menyelidiki lebih lanjut niat membeli konsumen yang lebih condong ke belanja online. Beberapa responden memberikan jawaban 'lainnya' seperti Asasi dan STPM, yang dianggap setara dengan tingkat kualifikasi Diploma untuk keperluan analisis menggunakan software R studio.

Sebaran tingkat pendidikan responden yang dimaksud pada Gambar (b) menunjukkan mayoritas bergelar Sarjana (103), disusul Diploma (34), SPM (18), Magister (6), dan PhD (1). Data yang dikumpulkan untuk penelitian ini mencakup responden dari seluruh 13 negara bagian di Malaysia, dengan jumlah responden tertinggi berasal dari Pahang (44), diikuti oleh Selangor (33), Kedah (24), dan negara bagian lain. Tingginya jumlah responden dari Pahang kemungkinan besar disebabkan oleh popularitas survei tersebut di kalangan mahasiswa Universitas Malaysia Pahang Al Sultan Abdullah (UMPSA).

Serta di antara 158 responden dengan pengalaman belanja online, mayoritas (72,2%) berbelanja online kurang dari 3 kali per bulan. Hal ini menunjukkan rendahnya frekuensi transaksi online sehingga berpotensi berdampak pada e-commerce industri di Malaysia. Dari segi perkiraan pengeluaran bulanan, 77,2% responden (122 orang) membelanjakan uangnya di bawah RM200, menunjukkan adanya sebagian besar siswa yang tidak memiliki penghasilan tetap. Dengan kisaran pengeluaran tertinggi kedua adalah antara RM201 dan RM500 (30 responden), diikuti oleh RM501-RM1000 (3 responden) dan RM1000 (3 responden).

Kemudian didapat juga skor rata-rata dengan metode Alpha Cronbach dihasilkan:



Berdasarkan gambar tersebut, residunya kira-kira mendekati garis lurus dan histogramnya berbentuk lonceng. Hal ini menunjukkan model berdistribusi normal.

KESIMPULAN

Penelitian ini berhasil dilakukan terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi niat beli konsumen terhadap belanja online. Studi ini juga menyoroti dampak pandemi COVID-19 terhadap perilaku pembelian konsumen online. Hasil penelitian tersebut memberikan kontribusi terhadap literatur mengenai niat beli dalam konteks belanja online dan memberikan wawasan bagi para praktisi untuk memperkaya upaya pemasarannya guna mendongkrak bisnis online produknya. Secara ringkas penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi kegunaan, persepsi kemudahan penggunaan, harga, dan media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat beli konsumen. Dapat disimpulkan bahwa seluruh faktor yang mempengaruhi niat beli konsumen diperkirakan mempunyai hubungan positif terhadap niat beli.

Keterbatasan penelitian ini adalah dari segi pengecekan kecukupan model seperti tidak representative demografi responden dan tantangan dalam analisis regresi linier berganda. Penelitian di masa depan bisa memperluas survei ke berbagai negara bagian dan mempertimbangkan model alternatif seperti pemodelan persamaan structural untuk data kuesioner. Kumpulan data skala likert dapat dianalisis menggunakan regresi linier berganda, namun terdapat keterbatasan dalam menganalisis hubungan antara pertanyaan secara mendalam dan memastikan model kecukupan. Ada beberapa rekomendasi untuk mengatasi masalah di kalangan pengusaha seperti strategi penetapan harga seperti diskon, produk kombo, dan teknik penjualan atas dan penjualan silang yang bisa dilakukan meningkatkan penjualan dalam belanja online. Diskon banyak digunakan dan efektif untuk pengecer. Temuan bisa dibagikan kepada pengusaha melalui modul bisnis yang terdokumentasi dan pemasaran yang disesuaikan strategi dapat dikembangkan berdasarkan niat dan perilaku pelanggan. Studi ini memberikan peluang untuk keputusan pembelian yang tepat dan kesuksesan kewirausahaan dalam bisnis online

Ucapan Terima Kasih

Penulis mengucapkan terima kasih kepada Departemen Riset dan Inovasi, Universitas Malaysia Pahang Al Sultan Abdullah yang telah mendukung penelitian ini.

Diresume oleh Layyina Fitria Mahiroh dari Prodi Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Kelompok 52 Elon Musk

Komentar